Reminiscent

Akhir-akhir ini banyak sekali memori-memori yang muncul di kepala saya, khususnya memori di masa kecil. Seperti saat saya masih di Makassar dan melihat apotik di rumah, saya teringat saat saya masih balita dan dibuatkan ruangan khusus di apotik. Dan saat saya sendiri, saya teringat Ibu saya biasanya datang ke kamar saya di Makassar dan memberi bedak ke punggung saya serta memijat tangan dan kaki saya. Itu adalah hal yang Ibu saya sering lakukan sejak saya bayi hingga saya menjadi mahasiswa.

Tidak biasanya hal ini terjadi dan ini terjadi secara sadar maupun secara tidak sadar. Sejak kepergian Ibu 3 minggu yang lalu, ingatan-ingatan saya bersama Ibu satu per satu muncul kembali apabila melihat atau mendengar sesuatu yang berhubungan dengan hal tersebut, bahkan kadang muncul secara tiba-tiba. Seperti di suatu pagi tiba-tiba saya terus terngiang-ngiang lagu yang Ibu selalu dendangkan untuk saya sedari kecil. Lagu yang selalu membuat saya menitikkan air mata hingga saat ini.

Anakku sasali dengarlah
Lagu yang Ibunda karangi
Laguku biarlah kau ganti
Di jiwamu tetap abadi

Andaikan aku ‘kan kembali
Memenuhi panggilan Ilahi
Laguku biarlah kau ganti
Di jiwamu tetap abadi

Saat saya berangkat dari Makassar ke Bandung untuk kuliah, Ibu menelpon saya dengan nada yang bergetar. Saat itu saya merasa tidak enak hati meninggalkan Makassar karena saya tahu Ibu sedih, tapi saya harus berangkat untuk menuntut ilmu dan mewujudkan salah satu keinginan Ibu. Saat ini kondisinya berbeda, tapi keduanya mirip. Karena itu saya ingin terus menghidupkan memori tentang Ibu sedari kecil tanpa merasa sedih, meskipun sulit.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>