Ambisius

Belakangan ini saya baru tersadar kalau saya ini ternyata orangnya ambisius. Saya disadarkan oleh salah satu dosen di Oxford. Saat itu kami ngobrol tentang rencana eksperimen saya tahun depan dan setelah saya menjelaskannya, dia langsung menanggapi, “it would take years!” Maksudnya dalam konteks pembicaraan kami adalah perlu waktu bertahun-tahun untuk menjalankan rencana eksperimen saya, sedangkan saya cuma punya waktu kurang dari 1 tahun untuk mempersiapkannya.

Mengingat-ingat kembali kejadian di masa lalu hanya membenarkan kalau saya termasuk orang yang ambisius. Pernah di suatu tes dengan psikolog, saya dan teman-teman diajari untuk membuat suatu origami. Kemudian kami diminta untuk menentukan target berapa banyak origami tersebut yang dapat kami buat dalam waktu 5 menit. Saya dan satu orang teman saya menentukan target yang paling tinggi di antara yang lainnya. Dan hasilnya? Kami berdua ternyata tidak dapat mencapai target kami, tapi jumlah origami kami berdua di atas rata-rata saat itu.

Banyak juga pengalaman saya yang menentukan target yang terlalu optimis. Meski beberapa target di antaranya tidak tercapai, tapi paling tidak hasil yang saya berikan menjadi di atas rata-rata. Tidak jarang juga saya menjadi terlalu lelah akibat target yang terlalu tinggi. Bahkan terkadang menjadi kurang percaya diri apabila target tersebut tidak tercapai.

Hari Kamis lalu saya berangkat ke CERN untuk memberikan presentasi yang menentukan “hidup-mati” proyek PhD saya. Saya sudah memberikan presentasi 2x di hadapan kolaborator, tapi menurut mereka presentasi saya masih kurang meyakinkan. Saat sebelum berangkat pun, saya dan supervisor saya merasa presentasi yang saya siapkan masih sangat kurang. Akhirnya saat sebelum keberangkatan, saya menetapkan target untuk merombak kurang lebih 50% isi presentasi saya dan menampilkan hasil riset baru yang saat itu belum saya peroleh. Dengan ritme kerja saya yang normal, saya sadar kalau ini akan butuh lebih dari 1 minggu hingga 1 bulan untuk menampilkan data yang saya inginkan, tapi saya hanya punya waktu beberapa hari untuk mendapatkan data tersebut. Sangat ambisius pikir saya saat itu. Alhasil, saya terpaksa kerja overtime dan tidak disangka-sangka ada banyak ide yang muncul sehingga saya dapat mendapatkan data 2-3 kali lebih cepat. Meskipun data tersebut tidak sempurna, tapi menurut saya sudah cukup bagus untuk ditampilkan di presentasi. Dan alhamdulillah di presentasi kali ini saya dan kolega saya dapat meyakinkan para kolaborator untuk menjalankan proyek kami.

Menjadi seorang yang ambisius dan menetapkan target yang tinggi menurut saya tidaklah selalu negatif. Apabila target tersebut tercapai, tentunya akan sangat bagus. Tapi apabila tidak tercapai, paling tidak kita bisa memberikan sesuatu yang lebih.
Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land among the stars.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ambisius

  1. Noor Titan says:

    I’m doing the same thing this term: doing capstone engineering class, taking postgrad course.

    A friend told me, ‘Being ambitious is good, it keeps you sharp. But you don’t want to have unnecessary burdens.’

    Just my 2 cents. Good luck with everything!

    • Fitriyana says:

      Berhubungan dengan sifat ambisius, mungkin benar pak menjadi ambisusis itu penting. Tapi entah mengapa orang-orang merasa, bekerja dengan orang ambisius itu merepotkan. Padahal untuk mereka ketahui bahwa didalam diri kita ingin sekali mendapatkan hasil yang terbaik atau yaaa bisa diinginkan perfect. But, gak semua hal bisa perfect karena perfect adalah kepunyaan Yang Maha Kuasa. Dan berhubung dengan kerja overtime, bekerja dibawah tekanan ‘tidak terkadang’ malah sering malah akan menghasilka sesuatu yang lebih baik ehe. Tetap semangat pak menghadapi perkuliahanya. Kuliah S3 di oxford wwwaaww diluar ekspektasi saya. Semoga selalu sehat dan stay classy :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>