Sekolah musim panas dan plagiarisme

Seminggu kemarin, saya menjadi pengajar untuk salah satu sekolah musim panas di Oxford. Saya membawakan materi mengenai teknik elektro untuk 9 siswa SMA. Semua siswa saya berasal dari negara yang sama (bukan dari Inggris). Hari Rabu kemarin, saya memberikan siswa-siswa saya bahan bacaan dan soal-soal untuk dikerjakan. Total ada sekitar 20 halaman untuk dibaca dan total 17 soal untuk dikerjakan sampai hari Jumat tengah malam. Saat bangun pagi hari ini, saya melihat email dari siswa-siswa saya yang mengirimkan tugas mereka. Walaupun semuanya terlambat mengumpulkan 1 jam, tapi saya cukup senang karena mereka benar-benar mengerjakannya. Saya coba mengecek jawaban salah satu dari mereka untuk melihat apakah mereka benar-benar mampu. Walaupun nilainya kurang dari 50%, tapi saya cukup senang karena itu adalah topik yang baru bagi mereka.

Kekecewaan baru muncul saat saya melihat satu jawaban dari teman mereka yang lain. Ternyata jawaban keduanya sama persis! Saya mulai curiga, jangan-jangan semua jawabannya sama persis. Kecurigaan saya ternyata benar.  Dari 8 siswa yang mengumpulkan tugasnya, semua jawabannya sama! Hanya ada beberapa siswa yang mengubah formatnya (seperti memberi warna merah untuk jawaban, memberi bingkai, mengubah penomoran dari 1, 2, 3, … jadi Q1, Q2, Q3, …, dll). Nilai yang tadinya sudah saya berikan, saya coret. Saya tambahkan catatan bahwa nilai rendah dapat diterima, tapi plagiarisme tidak dapat diterima. Meskipun bagi mereka mungkin catatan saya cukup menyakitkan, tapi saya melakukannya untuk kebaikan mereka juga.

Saat kelas 4 SD, saya pernah memalsukan tanda tangan saat mengumpulkan PR yang harus dikumpulkan dengan tanda tangan orang tua. Guru saya saat itu curiga dan menanyakan apakah betul itu tanda tangan orang tua saya atau tidak. Walaupun saat itu saya tidak mengaku, tapi saya betul-betul merasa tertekan. Setelah itu saya bertekad untuk tidak berbuat curang lagi. Meskipun susah untuk betul-betul tidak berbuat curang / menyontek, tapi saya berusaha untuk menguranginya. Dan akhirnya saya sudah tidak pernah menyontek lagi sejak SMP (antara kelas 1 atau kelas 2). Sejak saat itu saya merasakan perubahan yang cukup baik dalam diri saya.

Bukannya saya tidak pernah mendapatkan nilai jelek. Saya pernah menjadi top-3 dari bawah untuk ujian komputer di SMP. Saya mendapat 48, sedangkan teman-teman saya sebagian besar mendapatkan lebih dari 50. Tapi dengan memegang integritas untuk tidak menyontek, nilai rendah akan menjadi semangat untuk belajar lebih giat. Dan sekarang saya pun jadi lulusan teknik elektro di bidang teknik komputer. Bahkan saat ini saya menggunakan teknik-teknik komputasi untuk menyelesaikan masalah fisika di riset saya.

Saya percaya bahwa saya tidak akan seperti saat ini apabila saya membolehkan diri saya untuk menyontek atau melakukan plagiarisme saat SMP dan SMA. Dan seperti yang orang tua saya sering katakan, kejujuran itu adalah hal yang sangat berharga dari seseorang.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Sekolah musim panas dan plagiarisme

  1. Noor Titan says:

    Waktu SMP saya pernah kerja sama dengan teman yang juara umum, dan nebeng di posisi tertinggi di kelas dengannya. Untung waktu SMA insyaf, haha.

    Btw, kesadaran tentang plagiarisme memang rendah di negeri kita (dan beberapa negeri lainnya). Banyak yang masih belum mengerti bahwa ketidaktahuan itu tidak salah. Yang salah itu menyembunyikan ketidaktahuan.

    Ditunggu cerita lainnya!

    • copycat91 says:

      hahaha.. dasar -_-
      aku pernah digituin sama temanku pas lomba di SMA (tingkat lokal), trus dia juara 1, aku juara 2.
      ditunggu juga ceritanya!

  2. Nanda says:

    Ceritanya selalu menginspirasi, sy selalu mngikuti blog2 ini. Dtunggu tulisan lainnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>