Mimpi

Melihat judulnya, beberapa orang mungkin akan berpikir tulisan ini akan jadi tulisan motivasi. Bukan. Bukan mimpi di siang hari yang ingin saya bahas di tulisan ini, melainkan mimpi di malam hari, saat kita tertidur.

Beberapa bulan belakangan ini saya penasaran dengan mimpi. Dalam sains, mimpi adalah hal yang masih belum sepenuhnya dipahami. Manusia hanya memahami proses yang terjadi saat bermimpi dan efek mimpi di dunia nyata (link). Dalam agama Islam, beberapa hadits menyebutkan tentang mimpi, bahkan di Sahih Bukhari terdapat bagian tentang interpretasi mimpi (link). Bahkan dalam cerita Nabi Yusuf A.S., beliau dapat memprediksi beberapa kejadian di masa depan saat jamannya (Q.S. Yusuf).

Untuk saat ini, sangat sulit untuk menghubungkan secara saintifik kejadian dalam alam mimpi dengan kejadian nyata di dunia. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mimpi dapat mempengaruhi emosi atau mood seseorang (link). Karena itu, setiap saya bangun dari mimpi, saya berusaha untuk mengingatnya dan mencoba melihat apakah benar dapat mempengaruhi emosi saya hari itu serta bagaimana hubungan mimpi saya dengan kejadian di hidup saya.

Sebagian besar mimpi saya berhubungan dengan kehidupan saya, seperti tokoh-tokohnya adalah orang yang saya kenal dan tentang beberapa kejadian yang pernah terpikir di otak saya. Tapi apa yang ditunjukkan di sebagian besar mimpi saya, bukan serta-merta menjadi kenyataan. Dan jika menganggap mimpi itu seperti pesan metaforik, sangat sulit juga untuk mencari hubungan antara mimpi saya dan kejadian setelah mimpi tersebut. Dengan kata lain, sebagian besar mimpi saya hanyalah sebagai bunga tidur.

Ada satu pengecualian dari paragraf di atas. Beberapa waktu yang lalu, saya bermimpi bertemu dengan teman-teman saya, padahal pada malamnya kami belum membuat janji untuk ketemuan. Keesokan harinya, tiba-tiba teman saya mengajak ketemuan. Dan akhirnya kami bertemu siang harinya. Yang membuat saya cukup merasa ngeri hari itu adalah 80% dari mimpi saya malam itu benar-benar cocok. Mulai dari tempat pertemuan, berapa orang yang datang, hingga rangkaian kejadiannya. Yaaah, walaupun ada juga beberapa bagian dari mimpi tersebut yang tidak sesuai.

Hingga saat ini saya tidak mau menafsirkan mimpi saya karena saya bukan Nabi. Kejadian pertemuan dengan teman saya bisa dibilang suatu kebetulan. Sama seperti kalau menebak angka, bukan tidak mungkin tebakan kita benar kan? Bagaimana pun juga saya masih tetap penasaran dengan mimpi. Ada yang punya pengalaman menarik dengan mimpi?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>