Antara maaf dan terima kasih

Saya tiba-tiba teringat, saat jalan bersama teman di trotoar, ada orang yang menghalangi jalan kami. Begitu orang tersebut sadar kalau dia menghalangi jalan kami, dia langsung memberikan jalan. Itu bukan hal yang menarik di sini karena banyak orang yang melakukannya. Yang menarik adalah apa yang saya katakan dan apa yang teman saya katakan secara bersamaan pada orang tersebut. Saya mengatakan “thank you” (“terima kasih”) dan teman saya mengatakan “sorry” (“maaf”).

Kedua ungkapan tersebut benar, hanya berbeda sudut pandangnya saja. Saat baru beberapa bulan tinggal di Inggris, saya juga cenderung mengatakan “maaf” untuk orang yang menyingkir demi memberikan jalan. Saya merasa tidak enak pada orang tersebut yang rela berpindah demi saya. Tidak enak merepotkan orang lain, walaupun hal sekecil itu. Setelah berbulan-bulan tinggal di Inggris dan menyadari seringnya mereka mengatakan “terima kasih” untuk mengapresiasi hal tersebut, secara tidak sadar saya mengadopsinya. Saya baru sadar saat jalan bersama teman saya di atas.

Selain menjadi orang yang diberikan jalan, saya juga pernah berada di posisi yang sebaliknya: memberikan jalan bagi orang lain. Saya juga pernah menemui 2 tipe orang yang berbeda. Yang meminta maaf dan yang berterima kasih kepada saya. Saat orang lain berterima kasih pada saya, timbul sedikit perasaan senang dan bangga karena telah berbuat baik, meskipun hanya sedikit. Tapi saat saya sedang sangat jenuh dan orang yang saya berikan jalan meminta maaf, timbul sedikit perasaan jengkel dan cenderung menyalahkan orang tersebut. Sepertinya permintaan maaf dari orang tersebut secara implisit mengatakan bahwa orang tersebut mengaku bersalah telah merepotkan saya (padahal awalnya saya tidak merasa orang tersebut bersalah dan merepotkan). Dan apabila orang tersebut berkata “terima kasih,” secara implisit mengatakan bahwa saya telah melakukan kebaikan.

Mungkin pemilihan antara maaf dan terima kasih tersebut terlihat seperti hal kecil, tapi saya percaya hal kecil yang dilakukan berulang-ulang dapat memberikan dampak yang besar.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>