Reminiscent

Akhir-akhir ini banyak sekali memori-memori yang muncul di kepala saya, khususnya memori di masa kecil. Seperti saat saya masih di Makassar dan melihat apotik di rumah, saya teringat saat saya masih balita dan dibuatkan ruangan khusus di apotik. Dan saat saya sendiri, saya teringat Ibu saya biasanya datang ke kamar saya di Makassar dan memberi bedak ke punggung saya serta memijat tangan dan kaki saya. Itu adalah hal yang Ibu saya sering lakukan sejak saya bayi hingga saya menjadi mahasiswa.

Tidak biasanya hal ini terjadi dan ini terjadi secara sadar maupun secara tidak sadar. Sejak kepergian Ibu 3 minggu yang lalu, ingatan-ingatan saya bersama Ibu satu per satu muncul kembali apabila melihat atau mendengar sesuatu yang berhubungan dengan hal tersebut, bahkan kadang muncul secara tiba-tiba. Seperti di suatu pagi tiba-tiba saya terus terngiang-ngiang lagu yang Ibu selalu dendangkan untuk saya sedari kecil. Lagu yang selalu membuat saya menitikkan air mata hingga saat ini.

Anakku sasali dengarlah
Lagu yang Ibunda karangi
Laguku biarlah kau ganti
Di jiwamu tetap abadi

Andaikan aku ‘kan kembali
Memenuhi panggilan Ilahi
Laguku biarlah kau ganti
Di jiwamu tetap abadi

Saat saya berangkat dari Makassar ke Bandung untuk kuliah, Ibu menelpon saya dengan nada yang bergetar. Saat itu saya merasa tidak enak hati meninggalkan Makassar karena saya tahu Ibu sedih, tapi saya harus berangkat untuk menuntut ilmu dan mewujudkan salah satu keinginan Ibu. Saat ini kondisinya berbeda, tapi keduanya mirip. Karena itu saya ingin terus menghidupkan memori tentang Ibu sedari kecil tanpa merasa sedih, meskipun sulit.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kematian adalah Anugerah

Dua puluh lima tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 26 Januari, adalah saat saya pertama kali bertemu dengannya. Hari itu pulalah hari pertama saya melihat dunia. Beliau adalah orang yang sangat berpengaruh dalam hidup saya. Menemani saya sedari kecil hingga saat ini menempuh ilmu di belahan bumi lainnya. Berkat semangat, dukungan, nasihat, kebijaksanaan, dan doa beliaulah saya dapat menjadi saya yang saat ini. Ya, beliau adalah Ibu saya, Hj. Farida Kasim. Continue reading

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Mari belajar logat Makassar (1): imbuhan -ki

Untuk orang Indonesia secara umum, logat Makassar boleh dibilang gampang-gampang susah. Gampang karena sebagian besar kata-katanya menggunakan kata dari bahasa Indonesia, tapi susah karena ada beberapa imbuhan yang berbeda dari bahasa Indonesia. Imbuhan ini yang membuat logat Makassar berbeda dari yang lain. Dan menurut saya, apabila seseorang telah menguasai imbuhan-imbuhan di logat Makassar, orang tersebut sudah seperti orang yang tinggal lama di Makassar (di luar intonasi). Yang menarik di logat Makassar adalah dengan imbuhan-imbuhan tersebut, orang dapat membuat satu kalimat hanya dengan satu kata. Misal: “natungguko” yang artinya “dia tunggu kamu”. Jadi, tunggu apa lagi, mari kita mulai pelajaran logat Makassar.

Continue reading

Posted in Logat Makassar | Leave a comment

Matematika Frisbee

Tulisan kali ini akan agak sedikit berbau geeky. Kemarin saat jalan di taman, saya melihat 2 orang bermain frisbee. Buat yang belum tahu frisbee itu apa, itu adalah permainan yang dilakukan minimal 2 orang menggunakan cakram yang dilempar. Satu orang melempar cakram tersebut dan orang lain akan menangkapnya. Info lebih lengkap bisa dilihat di Google.

Katakanlah orang yang saya lihat bermain frisbee adalah A dan B. Saat A melempar, terkadang B kesulitan untuk menangkap cakramnya. Tapi saat B melempar, A hampir selalu dapat menangkap cakramnya. Apakah A yang memiliki kemampuan melempar yang kurang baik ataukah B yang memiliki kemampuan menangkap yang kurang baik? Sulit untuk menilainya hanya dari permainan 2 orang tersebut.

Kemudian saya bertanya: katakanlah ada N orang yang bermain frisbee yang saling melempar ke orang-orang yang berbeda secara acak. Mereka bermain cukup lama, jadi seorang pengamat dapat mencatat berapa lemparan yang berhasil ditangkap dari satu orang ke orang lain. Berapakah nilai terkecil N agar pengamat tersebut dapat mengurutkan pemain berdasarkan kemampuan melempar dan kemampuan menangkapnya?

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Selamat datang kembali!

Beberapa saat yang lalu, website saya (mfkasim.com) tidak dapat diakses karena error 403 (Forbidden access). Masalah itu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, tapi saya dari dulu masih merasa malas untuk menyelesaikannya. Entah kenapa kemarin, saat saya masih dalam mode liburan, terpikir untuk kembali ‘mengambil’ kembali website saya yang masih error. Dengan website pribadi, saya memiliki wadah untuk membuat sesuatu di internet. Saya juga menyimpan beberapa hal-hal yang penting di website ini.

Begitu saya coba masuk ke CPanel (panel untuk admin), ternyata file-file yang saya simpan sudah terhapus. Sempat panik dan kesal juga. Akhirnya saya hubungi pihak host dan memberi tahu masalah yang saya hadapi. Ternyata di server tempat website pribadi saya disimpan terkena malware. Dan dalam 1 hari pihak host dapat menyelesaikan masalahnya. Dan lagi, untungnya file-file yang tersimpan dulu masih bisa ditemukan lagi.

Post terakhir di blog ini sebelum error adalah pada tanggal 30 September 2015. Sekitar 5 bulan yang lalu. Kalau diingat-ingat kembali, sangat banyak hal yang terjadi dalam 5 bulan terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, untuk pertama kalinya saya dan teman-teman saya akhirnya berhasil menampilkan tarian Sulawesi Selatan di Inggris. Perencanaan eksperimen yang akan dilakukan bulan Mei tahun ini juga sudah mengalami kemajuan yang lumayan baik. Sempat juga merasakan jetsetting karena harus bepergian dari Inggris-Swiss-Amerika-Swiss-Inggris untuk menghadiri rapat dan konferensi.

Cukup banyak yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, dari hal-hal kecil hingga perihal yang mengubah hidup. Banyak dari hal-hal tersebut yang tidak saya duga-duga sebelumnya. Tidak pernah terbayangkan, tapi secara tiba-tiba mengubah hidup saya. Yang saya petik dari beberapa bulan terakhir ini adalah bahwa Allah selalu memiliki rencana yang indah dan terkadang kita sebagai manusia tidak pernah menduga sebelumnya. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa agar diberikan jalan dan jalan yang telah diberikan dapat dijalani dengan baik.

* maaf kalau tulisannya ngawur dan lompat ke sana-sini.

Posted in ga jelas, sehari-hari | 2 Comments

Ambisius

Belakangan ini saya baru tersadar kalau saya ini ternyata orangnya ambisius. Saya disadarkan oleh salah satu dosen di Oxford. Saat itu kami ngobrol tentang rencana eksperimen saya tahun depan dan setelah saya menjelaskannya, dia langsung menanggapi, “it would take years!” Maksudnya dalam konteks pembicaraan kami adalah perlu waktu bertahun-tahun untuk menjalankan rencana eksperimen saya, sedangkan saya cuma punya waktu kurang dari 1 tahun untuk mempersiapkannya.

Mengingat-ingat kembali kejadian di masa lalu hanya membenarkan kalau saya termasuk orang yang ambisius. Pernah di suatu tes dengan psikolog, saya dan teman-teman diajari untuk membuat suatu origami. Kemudian kami diminta untuk menentukan target berapa banyak origami tersebut yang dapat kami buat dalam waktu 5 menit. Saya dan satu orang teman saya menentukan target yang paling tinggi di antara yang lainnya. Dan hasilnya? Kami berdua ternyata tidak dapat mencapai target kami, tapi jumlah origami kami berdua di atas rata-rata saat itu.

Banyak juga pengalaman saya yang menentukan target yang terlalu optimis. Meski beberapa target di antaranya tidak tercapai, tapi paling tidak hasil yang saya berikan menjadi di atas rata-rata. Tidak jarang juga saya menjadi terlalu lelah akibat target yang terlalu tinggi. Bahkan terkadang menjadi kurang percaya diri apabila target tersebut tidak tercapai.

Hari Kamis lalu saya berangkat ke CERN untuk memberikan presentasi yang menentukan “hidup-mati” proyek PhD saya. Saya sudah memberikan presentasi 2x di hadapan kolaborator, tapi menurut mereka presentasi saya masih kurang meyakinkan. Saat sebelum berangkat pun, saya dan supervisor saya merasa presentasi yang saya siapkan masih sangat kurang. Akhirnya saat sebelum keberangkatan, saya menetapkan target untuk merombak kurang lebih 50% isi presentasi saya dan menampilkan hasil riset baru yang saat itu belum saya peroleh. Dengan ritme kerja saya yang normal, saya sadar kalau ini akan butuh lebih dari 1 minggu hingga 1 bulan untuk menampilkan data yang saya inginkan, tapi saya hanya punya waktu beberapa hari untuk mendapatkan data tersebut. Sangat ambisius pikir saya saat itu. Alhasil, saya terpaksa kerja overtime dan tidak disangka-sangka ada banyak ide yang muncul sehingga saya dapat mendapatkan data 2-3 kali lebih cepat. Meskipun data tersebut tidak sempurna, tapi menurut saya sudah cukup bagus untuk ditampilkan di presentasi. Dan alhamdulillah di presentasi kali ini saya dan kolega saya dapat meyakinkan para kolaborator untuk menjalankan proyek kami.

Menjadi seorang yang ambisius dan menetapkan target yang tinggi menurut saya tidaklah selalu negatif. Apabila target tersebut tercapai, tentunya akan sangat bagus. Tapi apabila tidak tercapai, paling tidak kita bisa memberikan sesuatu yang lebih.
Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land among the stars.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Mimpi

Melihat judulnya, beberapa orang mungkin akan berpikir tulisan ini akan jadi tulisan motivasi. Bukan. Bukan mimpi di siang hari yang ingin saya bahas di tulisan ini, melainkan mimpi di malam hari, saat kita tertidur.

Beberapa bulan belakangan ini saya penasaran dengan mimpi. Dalam sains, mimpi adalah hal yang masih belum sepenuhnya dipahami. Manusia hanya memahami proses yang terjadi saat bermimpi dan efek mimpi di dunia nyata (link). Dalam agama Islam, beberapa hadits menyebutkan tentang mimpi, bahkan di Sahih Bukhari terdapat bagian tentang interpretasi mimpi (link). Bahkan dalam cerita Nabi Yusuf A.S., beliau dapat memprediksi beberapa kejadian di masa depan saat jamannya (Q.S. Yusuf).

Untuk saat ini, sangat sulit untuk menghubungkan secara saintifik kejadian dalam alam mimpi dengan kejadian nyata di dunia. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mimpi dapat mempengaruhi emosi atau mood seseorang (link). Karena itu, setiap saya bangun dari mimpi, saya berusaha untuk mengingatnya dan mencoba melihat apakah benar dapat mempengaruhi emosi saya hari itu serta bagaimana hubungan mimpi saya dengan kejadian di hidup saya.

Sebagian besar mimpi saya berhubungan dengan kehidupan saya, seperti tokoh-tokohnya adalah orang yang saya kenal dan tentang beberapa kejadian yang pernah terpikir di otak saya. Tapi apa yang ditunjukkan di sebagian besar mimpi saya, bukan serta-merta menjadi kenyataan. Dan jika menganggap mimpi itu seperti pesan metaforik, sangat sulit juga untuk mencari hubungan antara mimpi saya dan kejadian setelah mimpi tersebut. Dengan kata lain, sebagian besar mimpi saya hanyalah sebagai bunga tidur.

Ada satu pengecualian dari paragraf di atas. Beberapa waktu yang lalu, saya bermimpi bertemu dengan teman-teman saya, padahal pada malamnya kami belum membuat janji untuk ketemuan. Keesokan harinya, tiba-tiba teman saya mengajak ketemuan. Dan akhirnya kami bertemu siang harinya. Yang membuat saya cukup merasa ngeri hari itu adalah 80% dari mimpi saya malam itu benar-benar cocok. Mulai dari tempat pertemuan, berapa orang yang datang, hingga rangkaian kejadiannya. Yaaah, walaupun ada juga beberapa bagian dari mimpi tersebut yang tidak sesuai.

Hingga saat ini saya tidak mau menafsirkan mimpi saya karena saya bukan Nabi. Kejadian pertemuan dengan teman saya bisa dibilang suatu kebetulan. Sama seperti kalau menebak angka, bukan tidak mungkin tebakan kita benar kan? Bagaimana pun juga saya masih tetap penasaran dengan mimpi. Ada yang punya pengalaman menarik dengan mimpi?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Antara maaf dan terima kasih

Saya tiba-tiba teringat, saat jalan bersama teman di trotoar, ada orang yang menghalangi jalan kami. Begitu orang tersebut sadar kalau dia menghalangi jalan kami, dia langsung memberikan jalan. Itu bukan hal yang menarik di sini karena banyak orang yang melakukannya. Yang menarik adalah apa yang saya katakan dan apa yang teman saya katakan secara bersamaan pada orang tersebut. Saya mengatakan “thank you” (“terima kasih”) dan teman saya mengatakan “sorry” (“maaf”).

Kedua ungkapan tersebut benar, hanya berbeda sudut pandangnya saja. Saat baru beberapa bulan tinggal di Inggris, saya juga cenderung mengatakan “maaf” untuk orang yang menyingkir demi memberikan jalan. Saya merasa tidak enak pada orang tersebut yang rela berpindah demi saya. Tidak enak merepotkan orang lain, walaupun hal sekecil itu. Setelah berbulan-bulan tinggal di Inggris dan menyadari seringnya mereka mengatakan “terima kasih” untuk mengapresiasi hal tersebut, secara tidak sadar saya mengadopsinya. Saya baru sadar saat jalan bersama teman saya di atas.

Selain menjadi orang yang diberikan jalan, saya juga pernah berada di posisi yang sebaliknya: memberikan jalan bagi orang lain. Saya juga pernah menemui 2 tipe orang yang berbeda. Yang meminta maaf dan yang berterima kasih kepada saya. Saat orang lain berterima kasih pada saya, timbul sedikit perasaan senang dan bangga karena telah berbuat baik, meskipun hanya sedikit. Tapi saat saya sedang sangat jenuh dan orang yang saya berikan jalan meminta maaf, timbul sedikit perasaan jengkel dan cenderung menyalahkan orang tersebut. Sepertinya permintaan maaf dari orang tersebut secara implisit mengatakan bahwa orang tersebut mengaku bersalah telah merepotkan saya (padahal awalnya saya tidak merasa orang tersebut bersalah dan merepotkan). Dan apabila orang tersebut berkata “terima kasih,” secara implisit mengatakan bahwa saya telah melakukan kebaikan.

Mungkin pemilihan antara maaf dan terima kasih tersebut terlihat seperti hal kecil, tapi saya percaya hal kecil yang dilakukan berulang-ulang dapat memberikan dampak yang besar.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sekolah musim panas dan plagiarisme

Seminggu kemarin, saya menjadi pengajar untuk salah satu sekolah musim panas di Oxford. Saya membawakan materi mengenai teknik elektro untuk 9 siswa SMA. Semua siswa saya berasal dari negara yang sama (bukan dari Inggris). Hari Rabu kemarin, saya memberikan siswa-siswa saya bahan bacaan dan soal-soal untuk dikerjakan. Total ada sekitar 20 halaman untuk dibaca dan total 17 soal untuk dikerjakan sampai hari Jumat tengah malam. Saat bangun pagi hari ini, saya melihat email dari siswa-siswa saya yang mengirimkan tugas mereka. Walaupun semuanya terlambat mengumpulkan 1 jam, tapi saya cukup senang karena mereka benar-benar mengerjakannya. Saya coba mengecek jawaban salah satu dari mereka untuk melihat apakah mereka benar-benar mampu. Walaupun nilainya kurang dari 50%, tapi saya cukup senang karena itu adalah topik yang baru bagi mereka.

Kekecewaan baru muncul saat saya melihat satu jawaban dari teman mereka yang lain. Ternyata jawaban keduanya sama persis! Saya mulai curiga, jangan-jangan semua jawabannya sama persis. Kecurigaan saya ternyata benar.¬† Dari 8 siswa yang mengumpulkan tugasnya, semua jawabannya sama! Hanya ada beberapa siswa yang mengubah formatnya (seperti memberi warna merah untuk jawaban, memberi bingkai, mengubah penomoran dari 1, 2, 3, … jadi Q1, Q2, Q3, …, dll). Nilai yang tadinya sudah saya berikan, saya coret. Saya tambahkan catatan bahwa nilai rendah dapat diterima, tapi plagiarisme tidak dapat diterima. Meskipun bagi mereka mungkin catatan saya cukup menyakitkan, tapi saya melakukannya untuk kebaikan mereka juga.

Saat kelas 4 SD, saya pernah memalsukan tanda tangan saat mengumpulkan PR yang harus dikumpulkan dengan tanda tangan orang tua. Guru saya saat itu curiga dan menanyakan apakah betul itu tanda tangan orang tua saya atau tidak. Walaupun saat itu saya tidak mengaku, tapi saya betul-betul merasa tertekan. Setelah itu saya bertekad untuk tidak berbuat curang lagi. Meskipun susah untuk betul-betul tidak berbuat curang / menyontek, tapi saya berusaha untuk menguranginya. Dan akhirnya saya sudah tidak pernah menyontek lagi sejak SMP (antara kelas 1 atau kelas 2). Sejak saat itu saya merasakan perubahan yang cukup baik dalam diri saya.

Bukannya saya tidak pernah mendapatkan nilai jelek. Saya pernah menjadi top-3 dari bawah untuk ujian komputer di SMP. Saya mendapat 48, sedangkan teman-teman saya sebagian besar mendapatkan lebih dari 50. Tapi dengan memegang integritas untuk tidak menyontek, nilai rendah akan menjadi semangat untuk belajar lebih giat. Dan sekarang saya pun jadi lulusan teknik elektro di bidang teknik komputer. Bahkan saat ini saya menggunakan teknik-teknik komputasi untuk menyelesaikan masalah fisika di riset saya.

Saya percaya bahwa saya tidak akan seperti saat ini apabila saya membolehkan diri saya untuk menyontek atau melakukan plagiarisme saat SMP dan SMA. Dan seperti yang orang tua saya sering katakan, kejujuran itu adalah hal yang sangat berharga dari seseorang.

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Blog Bahasa Indonesia

Sudah 4 tahun blog ini saya isi, tapi tidak ada satu pun (seingat saya) post dalam bahasa Inggris, utamanya menggunakan bahasa Indonesia. Saya pernah ditanya oleh rekan kerja di Oxford dan teman saya, “kenapa ga sesekali post dalam bahasa Inggris?” Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment